0 Comments

Dalam dunia video game yang terus berkembang, pertimbangan etis semakin menjadi topik diskusi. Aspek baru dari dialog ini muncul dengan keterlibatan organisasi hak-hak hewan seperti PETA (People for the Ethical Treatment of Animals). Dalam artikel ini, kami mempelajari bagaimana PETA terlibat dengan game seperti Genshin Impact, mengadvokasi hak-hak hewan di dunia virtual, dan memengaruhi desain game serta kesadaran pemain.

Pengertian Genshin Impact dan Popularitasnya

Genshin Impact, yang dikembangkan oleh miHoYo, adalah game role-playing aksi dunia terbuka yang telah memikat jutaan orang di seluruh dunia. Sejak dirilis pada tahun 2020, game ini dipuji karena lingkungannya yang luas, mekanisme pertarungan yang menarik, dan alur cerita yang rumit. Pemain menjelajahi dunia magis yang penuh dengan makhluk mitos, mengumpulkan sumber daya, dan bertarung melawan berbagai musuh, termasuk binatang mitos yang mirip binatang.

PETA dan Gaming: Tinjauan Singkat

PETA adalah organisasi internasional yang didedikasikan untuk perlindungan hewan dan pemajuan hak-hak hewan. Biasanya PETA berfokus pada isu-isu dunia nyata, dan kini PETA semakin mengalihkan perhatiannya ke platform digital untuk mengadvokasi perlakuan etis dalam video game—sebuah bidang yang sebelumnya hanya mendapat sedikit perhatian dari perspektif hak-hak hewan.

Penggambaran Hewan di Genshin Impact

Di Genshin Impact, hewan dan makhluk mirip hewan merupakan bagian integral dari ekosistem game. Pemain sering kali berinteraksi dengan satwa liar, terkadang sebagai ancaman potensial, terkadang sebagai sumber daya untuk dikumpulkan. Dunia permainan yang luas mencakup beragam spesies mulai dari hewan biasa seperti babi hutan dan burung hingga makhluk mistis seperti Anemo Hypostasis atau Geo Bishop. Penggambaran ini menyoroti bagaimana hewan direpresentasikan dalam ruang virtual.

Advokasi dan Perspektif PETA

Keterlibatan PETA dalam game, khususnya dengan judul seperti Genshin Impact, berasal dari keinginan untuk mendorong penyampaian cerita yang etis dan desain game yang menghindari bahaya yang tidak perlu terhadap hewan, meskipun dalam bentuk virtual. Advokasi PETA dapat mencakup dorongan untuk:

  1. Representasi Etis: Mendukung penggambaran hewan yang penuh hormat dan akurat dalam game tanpa mengagungkan kekerasan terhadap mereka.

  2. Mekanika Permainan: Meminta pengembang game untuk menerapkan mekanisme non-kekerasan untuk pengumpulan sumber daya dan interaksi dengan hewan.

  3. Kampanye Kesadaran: Memanfaatkan game sebagai platform untuk meningkatkan kesadaran tentang isu-isu hak-hak hewan, sehingga mengarah pada perilaku pemain yang lebih berhati-hati baik di dalam maupun di luar game.

Dampak Keterlibatan PETA

Keterlibatan organisasi seperti PETA dalam game telah mendorong diskusi mengenai implikasi etika yang lebih luas dari desain game. Kampanye kesadaran dapat menghasilkan:

  • Meningkatkan Kesadaran: Pemain menjadi lebih sadar akan isu-isu hak-hak hewan dan dapat membawa kesadaran ini ke dalam interaksi dunia nyata.

  • Pengaruh Industri Game: Pengembang mungkin mempertimbangkan kembali cara mereka mendekati penggambaran hewan, sehingga menghasilkan desain game yang lebih bijaksana dan menghormati kesejahteraan hewan.

  • Dialog Komunitas: Pemain terlibat dalam diskusi seputar etika perlakuan terhadap hewan virtual, membina komunitas yang sadar akan gameplay etis.

Studi Kasus Permainan Lainnya

Genshin Impact tidak sendirian dalam wacana ini. Game populer lainnya seperti Persilangan Hewan, Penebusan Mati Merahdan bahkan Legenda Seluler telah menghadapi pengawasan atau keterlibatan dari PETA. Di dalam Persilangan HewanMisalnya, pemain didorong untuk berpikir kritis dalam menangkap dan memajang ikan dan serangga.

Penebusan Mati Merah telah mendapat kritik karena penggambarannya yang realistis tentang perburuan hewan Legenda Seluler terkadang menampilkan karakter mirip binatang yang terlibat dalam pertempuran, sehingga memicu diskusi tentang penggambaran mereka.

Kesimpulan

Dialog seputar hak-hak hewan dalam game terus berkembang, dengan organisasi seperti PETA yang memimpin upaya untuk mengintegrasikan pertimbangan etis ke dalam lanskap virtual. Genshin Impact menjadi studi kasus penting dalam gerakan ini, menyoroti peluang dan tantangan dalam mengembangkan lingkungan game yang ramah hewan. Seiring dengan pertumbuhan industri game, penerapan pertimbangan etis seputar hak-hak hewan kemungkinan akan memainkan peran yang semakin penting dalam membentuk masa depannya.

Persimpangan antara game dan etika menghadirkan medan yang menarik—yang mengundang pengembang dan pemain untuk merefleksikan dampak dari tindakan virtual mereka dan mendorong dunia game yang lebih berhati-hati.

Related Posts